Kalang KabutLah Negaraku

Bagaimana ini semua bisa terjadi,

janganlah juga kau tanyakan saya, saya hanyalah manusia yang tidak mengerti apa-apa.

tapi ingatlah wahai tuan saya ialah manusia yang masih berprilaku selayaknya apa yang telah diciptakannya, tidak seperti engkau yang seorang munafik terhadap apa yang diciptakannya. Jadi sekarang apa maumu?

Mengerikan jika menghadapi kenyataan seperti ini, melalang buana demi mendapatkan segenggam nyawa yang bertubi-tubi datang menjerit.

Masihkah kau tega wahai tuan akan keadaaan ku ini,

Di mana belas kasihanmu terhadapku.

ingatlah bahwa apa yang akan aku ucapkan padamu, datanglah siksaan yang dahsyat untukmu.

Lepaskan

Lepaskan!

Lepaskan!

Lepaskan!

Lepaskan!

aku bisa sendiri, janganlah kau dampingi!

Aku juga manusia sama sepertimu!

Wanita Oh Wanita

Wanita memang perkasa, tanpa henti terus meronta untuk sebuah kehidupan yang tidak nista, tetapi banyak berkecamuk dengan dunia nista. Apa yang harus dilakukan oleh seorang wanita, haruskah mereka terus berdiam diri dengan siap graaaaaaaaaaak!

Jangan!

Wanita juga umat yang sangat dibutuhkan, lihat saja dalam kesejarahan Islam, wanita sangat dihormati (pernah mendengar istilah surga ada di telapak kaki ibu?, kalau belum ya sudahlah).

Bagaimana wanita bisa menjadi seperti ini, itu karena dulunya, dimana wanita kata khalayak ramai hanya bisa menghangatkan dapur dan menghangatkan tubuh. Tetapi semua itu dibantah dengan adanya perkembangan zaman dan kesetaraan gender. Tetapi tidak munafik adanya jika wanita sampai saat ini masih menjadi fenomena kehidupan yang masih sangat segar untuk dijadikan bahan pembicaraan sehari-hari.

ketidakadilan wanita sampai saat ini masih banyak terasa, misalnya saja pada saat kita menonton video porno, siapa yang banyak mengisi layar video tersebut, wanita atau sang pria? pastilah sang wanita, jawabannya kenapa?

karena wanita sampai saat ini masih banyak yang diburu dan sangat dekat dengan surga dunia. Wanita memanlah sebuah fenomena yang tiada hentinya, tetapi akankah terus seperti ini nasibnya?

Apa Kabar Hari Ini?

Bagaimana kabar dunia saat ini? Apa masih tetap sama seperti yang lalu? Tetapkah masih berada dalam arus pemanasan global yang diakibatkan penghuninya sendiri (manusia)? Kalau jawabannya tidak, berarti saya akan kembali ke dunia yang dulu sangat indah sekali.

Tahukah bahwa arti penjajahan bukan hanya sekadar bahwa kita dijajah (secara materi dan jasmani) seperti saat kita (negara Indonesia) dijajah bangsa Belanda selama 350 tahun. Penjajahan dewasa ini tidak menjurus ke arah demikian tapi lebih dalam apa yang menjadi akibatnya, misalnya saja tentang trendsetter, lifestyle, maupun global warming, yang sekarang banyak digalakkan untuk menuranginya. mengapa tidak dari dulu?

Penjajahan halus seperti itu memang banyak dilakukan oleh berbagai kalangan dan untuk berbagai kalangan juga serta dengan berbagai maksud dan kemungkinan. semua memang ulah manusia sendiri.

Apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan penjajahan ini?

berdiam dirikah? atau malah ikut menghancurkannya?